Diduga Beberapa Oknum Terlibat Pungli di Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Maros

INDONESIASATU.CO.ID:

MAROS- Sebagian Oknum yang menyalahgunakan jabatannya demi kepentingan pribadi menjadi salah satu masalah besar dalam kesejahteraan masyarakat, seperti yang terjadi di Kabupaten Maros.

Sesuai Laporan dari LSM KIPFA RI Kabupaten Maros, diduga adanya penyalahgunaan jabatan diruang lingkup pemerintahan Kabupaten Maros,Abd Malik selaku Wakil ketua LSM KIPFA Kab.Maros menjelaskan,"kami telah menyurat ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Maros terkait laporan yang kami terima dari warga yang telah merasa dirugikan dalam hal ini melakukan pungli",ujarnya.

Lanjut Abd Malik menambahkan,"bahwa adanya oknum pegawai dispenda maros yang berani melakukan pungutan tanpa berkordinasi dengan atasannya, sehingga melibatkan juga oknum di Dusun Tombolo dan oknum Desa maupun oknum pegawai dispenda untuk melakukan permintaan iuran atau tarif penertiban PBB serta BPHTB".

"Sehingga masyarakat menjadi korban. Ada sekitar 400 warga yang terdaftar dan tarif yang dipungut senilai Empat Ratus Ribu Rupiah persatu bidang, total taksiran kerugian kurang lebih mencapai 160 Juta Rupiah, adapun keterangan yang didapat dari salah satu oknum kepala Dusun, bahwa dana yang dikumpulkan akan dibagi secara merata yang masing-masing terlibat dalam kegiatan ini, dengan alasan biaya admin, padahal dari  Dispenda sendiri menggeratiskan segala bentuk pelayanan",tutupnya.(Herman)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita